Minggu, 18 Maret 2012

Kunang-Kunang Mu

Gadis kecil yang tumbuh bersama waktu,dia memeluk malam,di peluk bulan,
ia berjalan mengikuti arah luka biasa berhenti,menjadi cahaya yang terang saat purnama tenggelam di tepian pagi,
terkadang gelap ia retak'an,gaduh sekalian setiap nyeri yang diam dalam mimpi yang berserakan,
ma.
mama,
mama...mama...
teriak itu masih lekat dan terikat erat di sisi lidahnya,saat malam menjatuhkan gemuruh rindu keatas kepalanya,
aku rindu sangat rindu,,
berkali-kali dihentakan kata yang sama pada Dia yang di surga sana,,,
ia tumbuh hanya memeluk malam,di peluk bulan,_ia memudar lalu terbang menjadi kunang-kunang,terus meninggi ke kaki langit untuk mencari wajah Tuhan dan menitipkan salam pada Dia yang disayang,,
mama.....

0 komentar:

Posting Komentar